Penyebab Kecelakaan di Jalan Raya dan Perceraian Ternyata Ada Kesamaannya, Ini Penjelasannya
Shabri Indra 31 Agustus 2017

Munzil

<div class="side-article txt-article"> <p>Oleh: <strong>Munzil</strong><br /> Ketua Masyarakat Peduli Keselamatan Jalan Raya (MPKJR) Sulsel</p> <p>Cerita 1. Beberapa waktu lalu, saya diminta tolong untuk mendampingi atau tepatnya membantu Pak <a href="http://makassar.tribunnews.com/tag/imam-utomo" title="Imam Utomo">Imam Utomo</a> sewaktu akan melalukan perjalanan dari Makassar ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.</p> <p>Sudah tentu permintaan teman yang tinggal di Surabaya itu dengan lantang saya jawab &quot;Siap. Tak sulit,&rdquo; kata saya.</p> <p>Sehari sebelum hari H, saya dikirimkan SMS jadwal penerbangan mantan <a href="http://makassar.tribunnews.com/tag/gubernur-jawa-timur" title="Gubernur Jawa Timur">Gubernur Jawa Timur</a> dua periode sekaligus mantan Pangdam Brawijaya itu.</p> <p>Pukul 10.00 wita jadwal penerbangannya. Saya tidak perlu terburu-buru untuk duluan ke bandara gumam saya dalam hati.</p> <p>Di pikiran saya, sebagai mantan petinngi tentu beliau tidak mau berlama-lama di ruang tunggu. ternyata saya salah besar.</p> <p>Besok paginya pukul 06.30, saya ditelepon bahwasanya tepat pukul 7 pagi Pak Imam sudah akan tinggalkan hotel menuju bandara.</p> <p>Tentu saya kelabakan. Terbayang beliau ke bandara paling cepat 07.30. Singkatnya, semua saya lakukan terburu buru.</p> <p>Karena saya harus lebih dulu menunggu di bandara.</p> <p>Seumur-umur berkendara di jalan ketika itu adalah salah satu rekor tercepat. Alhamdulillah saya tiba lebih cepat lima menit dari Pak Imam dan Ibu.</p> <p>Untungnya saya sudah bisa menormalkan pernapasan saya. Akibat berlari dari areal parkir.</p> <p>Sesaat setelah Pak Imam masuk ke ruang tunggu, sayapun sempat bercengkerama singkat dengan Pak Jarno (Demikian saya memanggilnya).</p> <p>Beliau adalah kepala rumah tangga semasa Pak Imam menjabat Gubernur Jatim.</p> <p>Menurut Pak Jarno, semasa beliau menjadi gubernur, belum sekalipun beliau telat tiba di bandara jika akan melakukan perjalanan.</p> <p>Sangat disiplin pungkasnya. Pak Imam menurutnya tak ingin terburu-buru.</p> <p>Cerita 2: Tukul Arwana ketika membawakan kuis di salah satu televisi swasta, melontarkan pertanyaan kepada peserta kuis.</p> <p>&quot;Dari 100 orang yang disurvei, sebutkan lima jawaban teratas dari pertanyaan berikut apa jawaban orang yang tilang oleh polisi ketika melakukan pelanggaran di jalan?&quot; Jawaban tertinggi yaitu, &quot;Buru-buru, Pak.&quot;</p> <p>Cerita 3. Pada 30 Juli 2017 lalu, Korlantas Polri mencanangkan tahun 2017 - 2018 sebagai Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan.</p> <p>Pencanangan ini dihadiri Wapres <a href="http://makassar.tribunnews.com/tag/jusuf-kalla" title="Jusuf Kalla">Jusuf Kalla</a> (JK). Ketika itu, JK menyatakan bahwa untuk menurunkan tingkat kecelakaan ini tidak bisa berdiri sendiri.</p> <p>Peran kepatuhan dan kedisiplinan pengguna jalan sangat vital.</p> <p>Tujuan pencanangan ini untuk menurunkan tingkat kefatalan dan kecelakaan lalulintas di jalan raya.</p> <p>Dari ke tiga cerita singkat di atas jika dihubungkan, dapat ditulis sebagai berikut:</p> <p>Jika tidak ingin terburu-buru, disiplinlah terhadap waktu. Jika tidak ingin melanggar dan ditilang janganlah buru-buru.</p> <p>Bukankah polisi selalu &lsquo;berteriak&rsquo; pelanggaran di jalan raya adalah awal mula dari kecelakaan.</p> <p>Eits, bukankah buru-buru juga menjadi salah satu penyebab perceraian? He.. he.. Selamat dan salamaki di jalan. (*)</p> <p><em>Catatan: Tulisan ini telah terbit dengan judul Buru-buru di halaman 18 Tribun Timur edisi cetak, Rabu 9 Agustus 2017</em></p> </div>

Berita Terbaru